Kamis, 12 Mei 2016

Passive Voice



Passive Voice - Setelah sebelumnya belajar bahasa inggris sudah membahas tuntas tentang 12 tenses, kini tiba saatnya Belajar bahasa Inggris membahas tentang kalimat pasif (Passive Voice). Jika teman-teman masih bingung apa itu kalimat pasif (Passive Voice), yuk kita simak dahulu contoh di bawah ini. Semoga bermanfaat. Check this out!!!
a. Bella reads a novel (Active Voice)
b. Novel is read by Bella (Passive Voice)
Kita menggunakan Active Voice (kalimat aktif) untuk menyatakan APA YANG DILAKUKAN SUBJECT (pelaku). Di contoh a. Rini adalah subject yang melakukan tindakan 'reads a novel' (membaca sebuah novel). Sedangkan Passive Voice (kalimat pasif) digunakan untuk menyatakan APA YANG TERJADI PADA SUBJECT (pelaku). Di contoh b. Novel adalah subject yang menerima tindakan 'is read' (dibaca)

Singkatnya Active Voice (kalimat aktif) merujuk pada subject (pelaku) melakukan pekerjaan. Sedangkan Passive Voice (kalimat pasif) subject (pelaku) dikenakan pekerjaan.

A. Apa itu Passive Voice

Dari penjelasan di atas, sebenarnya kita bisa menarik sebuah pengertian mengenai passive voice. Passive voice merupakan struktur kalimat penulisan dalam bahasa Inggris yang mana subject (pelaku) dari kalimat tersebut dikenakan suatu pekerjaan. Passive voice tidak hanya ada dalam bahasa Inggris saja, dalam bahasa Indonesia kita mengenal Kalimat Pasif dengan perubahan yang sangat simple yaitu imbuhan di- / ter-. Misalkan Rini membaca sebuah novel (kalimat aktif) novel dibaca oleh Rini (kalimat pasif). Tetapi semudah itu kah perubahan dari Active Voice ke Passasive Voice?

B. Pola Passive Voice

Perubahan active voice ke passive voice tidak semudah perubahan kalimat aktif ke dalam kalimat pasif dalam bahasa Indonesia.
Pola:
S + Be + Verb-3 + By Agent
Ket:
S: Subjek
Be: Tobe
Verb-3: Kata kerja bentuk ketiga
By Agent: Pelaku

Contoh:
Bella    reads    Novel.        (Active Voice)
 [S]      [V1]        [Object]
Novel      is          read      by Bella.   (Passive Voice)
   [S]    [to be]     [V3]       [ by agent]

Dalam pembuatan kalimat passive voice, kita tidak akan lepas dengan yang namanya tenses. Yup, karena dalam penentuan 'to be' pada kalimat passive voice tergantung pada tenses kalimat aktifnya.


Rumus Passive Voice pada 16 Tenses
Kita tidak perlu memeprdebatkan jumlah sebenarnya tensis itu. Disini kita lebih memfokuskan bagaimana perubahan dari active menjadi passive voice. Namun jika ada yang  masih butuh memahamai keseluruhan tensis ini, bisa melihat tulisan cara belajar 16 tenses bahasa inggris pada artikel sebelumya.

1. Simple Present Tense
Aktif : S + do/does + V1
Pasif : S + to be (am, are, is) + V3 + by + O
Contoh:
Aktif : Students speak English
Pasif : English is spoken by students

2.Present Continuous Tense
Aktif : S + to be (am, are, is) + V1-ing + O
Pasif : S + to be (am, are, is) + being + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students is speaking English
Pasif : English is being spoken by students

3. Present Perfect Tense
Aktif : S + have/has + V3 + O
Pasif : S + have/has + been + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students have spoken English
Pasif : English has been spoken by students

4. Present Perfect Continuous Tense
Aktif : S + have/has + been + V1-ing + O
Pasif : S + have/has + been + being + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students have been speaking English
Pasif : English has been being spoken by students

5. Simple Past Tense
Aktif : S + V2 + O
Pasif : S + to be (was, were) + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students spoke English
Pasif : English was spoken by students

6. Past Continuous Tense
Aktif : S + to be (was, were) + V1-ing + O
Pasif : S + to be (was, were) + being + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students were speaking English
Pasif : English was being spoken by students

7. Past Perfect Tense
Aktif : S + had not + V3 + O
Pasif : S + had + been + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students had spoken English
Pasif : English had been spoken by students

8. Past Perfect Continuous Tense
Aktif : S + had + been + V1-ing + O
Pasif : S + had + been + being + V3 + by + O
Contoh:
Aktif : Students had been speaking English
Pasif : English had been being spoken by students

9. Simple Future Tense
Aktif : S + will not + V1 + O
Pasif : S + will be + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students will speak English
Pasif : English will be spoken by students

10. Future Continuous Tense
Aktif : S + will + be + V1-ing + O
Pasif : S + will + be + being + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students will be speaking English
Pasif : English will be being spoken by students

11. Future Perfect Tense
Aktif : S + will + have + V3 + O
Pasif : S + will + have + been + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students will have spoken English
Pasif : English will have been spoken by students

12. Future Perfect Continuous Tense
Aktif : S + will + have + been + V1-ing + O
Pasif : S + will + have + been + being + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students will have been speaking English
Pasif : English will have been being spoken by students

13. Simple Future Past Tense
Aktif : S + would +  V1 + O
Pasif : S + would + be + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students would speak English
Pasif : English would be spoken by students

14.   Future Past Continuous Tense
Aktif : S + would + be + V1-ing + O
Pasif : S + would + be + being + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students would be speaking English
Pasif : English would be being spoken by students

15.   Future Past Perfect Tense
Aktif : S + would + have + V3 + O
Pasif : S + would + have + been + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students would have spoken English
Pasif : English would have been spoken by students

16.   Future Past Perfect Continuous Tense
Aktif : S + would + have + been + V1-ing + O
Pasif : S + would + have + been +being + V3 + by + O
Contoh :
Aktif : Students would have been speaking English
Pasif : English would have been being spoken by students

Nah cukup jelaskan bagimana kalimat aktif itu dirubah menjadi passive voice berdasarkan masing masing tenses verbnya. Apakah kesemua bentuk passive diatas applicable dalam penulisan dan percakapan bahasa inggris sehari hari? Jawabanya mungkin agak susah juga menemukan bentuk passive dengan tense yang super complex seperti pada 4 tenses trakhir diatas. Saya rasa para penulis bahasa Inggris juga lebih memilih susuna yang tidak sangat ruwet kalau masih ada pilhan yang lebih sederhana tanpa mengurani maksud dan keinginan yang ada di pikiran para penulis. Agar lebih okeh pemahaman kita tentang passive voice ini, mari kita lihat beberapa contoh penggunananya dalam publikasi sehari hari yang bisa  dan sering kita temukan.


Contoh



Kalimat " why it had been stolen.." adalah juga bentuk passive voice yang berasal dari Past Perfect Tense. Jadi potongan kalimat atu frase diatas seharunya dipahami dengan arti ".. dicuri.." dan bukan ".. mencuri..". Masih butuh contoh lagi? Kita lanjutkan screen shot dibawah ini

Prospek Dan Tren Kerja Lulusan Teknik Informatika / Ilmu Komputer



prospek kerja terbuka luas tergantung minat kita sebagai lulusan Ilmu Komputer karena hampir seluru perusahaan membutuhkan sistem kantor yang cepat serta terkomputererisasi. 

1. IT Support
Adalah profil lulusan informatika dan komputer yang mampu untuk melakukan implementasi, pemeliharaan, dan memperbaiki kerusakan minor sistem komputer secara berkala dengan memperhatikan aplikasi, sistem operasi, maupun perangkat keras sistem komputer, mampu mengimplementasikan dan memelihara jaringan komputer termasuk dilihat dari sisi keamanan pada segmen Local Area Network termasuk didalamnya konfigurasi router, switch, piranti nirkabel, atau piranti lain yang membutuhkan koneksi jaringan komputer lokal, Mampu melakukan instalasi perangkat pendukung rekord data harian dan memelihara rekord tersebut dan menyelesaikan permasalahan yang muncul pada rekord data, Mampu dalam membaca spesifikasi teknik peralatan komputer untuk kesesuaian dengan pengguna dan mampu melakukan diagnosa dan investigasi dalam menyelesaikan masalah sistem komputer, Mampu membuat dan memberikan materi pelatihan maupun prosedur pemakaian standar untuk pengguna dalam interaksinya dengan perangkat keras maupun perangkat lunak, Memiliki kemampuan dasar dalam instalasi, konfigurasi maupun pemeliharaan komputer server.

2. Perekayasa Perangkat Lunak (Software Engineer/Developer)
Adalah profil lulusan informatika dan komputer yang mampu dalam mendesain, mengembangkan dan melakukan tes pada perangkat lunak dan mampu melakukan analisa kebutuhan perangkat lunak didukung dengan perkembangan teknologi terkini.

3.  Pengembang Sistem Cerdas (Intelligence System developer)
Adalah profil lulusan informatika dan komputer yang mampu merancang sistem cerdas, Area pengembangan bidang sistem kecerdasan buatan, komputasi berkinerja tinggi, grafika komputer, system pendukung keputusan, bioinformatic, dll.

4. Perancang dan Pengembang Game (Game designer and developer)
Adalah profil lulusan informatika dan komputer yang mampu memahami konsep game design dan mendokumentasikan dalam GDD (Game Design Document). Memahami teknis pembuatan game, membuat produk game dan memahami proses kolaboratif pengembangan game.

5. Perekayasa Jaringan Komputer (Computer Network Engineer)
Adalah profil lulusan informatika dan komputer yang mampu menganalisis data pada jaringan untuk menentukan pemakaian jaringan, ketersediaan disk space, atau fungsi dari server. Melakukan konfigurasi dan menentukan parameter-parameter untuk keperluan instalasi, pengaturan keamanan dan hak akses atau testing dari LAN, WAN, atau peralatan jaringan lainnya. Mengevaluasi kinerja data pada LAN atau WAN untuk menjamin ketersediaan yang cukup atau cepat. Mengidentifikasi masalah dalam jaringan, atau untuk keperluan recovery dalam jaringan. Mampu menggunakan perangkat lunak dan peralatan testing. Melakukan instalasi perangkat keras baru atau sistem perangkat lunak atau komponen dan memastikan integrasinya dengan sistem jaringan yang ada. Profil ini mendukung arsitek dan penganalisis jaringan dalam melakukan pemodelan, analisa dan perencanaan jaringan komputer.

6. Edukator (Educator)
Berperan dalam mengkaji, mengembangkan, dan mengajarkan pengetahuan, keterampilan, tradisi dan nilai-nilai keilmuan dan keprofesian kepada masyarakat. Dosen, guru, dan pelatih termasuk dalam peran ini.

7. Wirausahawan TI (IT Entrepreneur)
Berperan dalam memulai dan mengembangkan wirausaha di bidang yang berkaitan dengan sistem dan teknologi informasi untuk meningkatkan kondisi ekonomi, sosial, pendidikan dan lingkungan masyarakat.

Review film "Transcendence" 2014



     

  Di Hollywood, frase "film fiksi sains" biasanya tidak berarti apa yang seharusnya. Kebanyakan film yang dijual dengan sebutan yang tidak fiksi ilmiah benar, karena mereka tidak berurusan dengan ide-ide dengan cara yang teliti berkelanjutan; mereka tidak memperkirakan di mana kita berada dan di mana kita mungkin akan menuju, dan apa yang mungkin berarti bagi umat manusia intelektual, fisik dan emosional.
      Lebih sering apa yang Anda dapatkan adalah tindakan atau horor atau superhero film dengan samar fiksi ilmiah rasa-film yang kadang-kadang mengingatkan diri untuk berlutut ke arah tema besar ketika mereka tidak hanya memiliki karakter berlari dan melompat dan menghindar ledakan atau akan terkejut dengan sebuah rakasa menerjang mereka dari kegelapan. "Transendensi," tentang seorang jenius komputer mati (Johnny Depp) yang mengupload diri sendiri dalam bentuk komputerisasi dan mencapai akhirat digital bermasalah, adalah fiksi ilmiah yang nyata. Ini mengeksplorasi ide-ide dengan ketulusan, rasa ingin tahu dan keindahan menakutkan (sutradara adalah Wally Pfister, sinematografer lama untuk Christopher Nolan). Hal ini membuat kegagalannya semua lebih menyedihkan. Sebuah film yang buruk hanya sebuah film yang buruk. Sebuah film bermaksud baik yang mencapai kebesaran dan terus jatuh di wajahnya adalah semacam tragedi kecil.

Berapa banyak yang Anda ingin tahu tentang plot? Karena sebagian besar dari daya tarik film terletak pada ritme cerita yang tak terduga, saya akan mencoba untuk membatasi diri untuk elemen yang sudah terungkap di trailer, meskipun saya membenci mana cerita berakhir. Cukuplah untuk mengatakan bahwa ketika kisah itu dimulai, karakter Depp, teknologi guru Steven Jobs-ian bernama Will Caster, telah berada di garda depan penelitian kecerdasan buatan untuk beberapa waktu. Dia dan istrinya Evelyn (Rebecca Hall of "Iron Man 3") telah mencoba untuk menciptakan mesin hidup dengan kepribadian, mungkin faksimili digital jiwa, bahkan akan sejauh untuk menghubungkan versi prototipe hingga monyet sekarat dan meng-upload isi otaknya. Langkah selanjutnya: melakukannya dengan manusia. Sebuah organisasi teroris yang dipimpin oleh Bree insinyur Kate Mara serangkaian serangan terhadap laboratorium penelitian untuk mengatur penelitian AI kembali. Mereka berpikir bahwa menciptakan komputer yang mahakuasa dengan kepribadian manusia adalah ide yang buruk. Membayangkan!

Caster terluka dalam 9/11 gaya, serangan multi-cabang, mengambil peluru radiasi-laced dan sekarat beberapa minggu kemudian. Dan itu pada titik ini-mungkin seperempat dari jalan melalui cerita-yang "Transcendence" menjadi menarik. Apa yang kita miliki di sini adalah bukan hanya "Frankenstein" -seperti perumpamaan keangkuhan ilmiah mengamuk, tetapi juga kisah seorang pasangan berduka yang enggan untuk melepaskan pasangannya dan mencoba untuk memperpanjang hidupnya artifisial. script film, dikreditkan ke Jack Paglen, mengambil waktu manis mengkonfirmasikan apakah makhluk yang diunggah ke dalam jaringan saraf Will Caster atau hanya salinan digital, dan jika salinan, seperti apa.

Akan, setelah semua, tidak meng-upload sendiri, dan seperti yang kita semua tahu, jika benda fisik hancur dan kemudian disusun kembali dalam bentuk lain, mungkin mempertahankan esensi dari hal asli, tetapi tidak sama-dan bentuknya dan fungsi mungkin diubah, bahkan tercemar, dengan harapan dan agenda dari siapa pun melakukan merekonstruksi, serta dengan cara reassembly dan bahan yang digunakan. Anda mungkin akan teringat akhir Steven Spielberg dan Stanley Kubrick "A.I.", yang membedakan antara orang yang sebenarnya dan gambar ideal dari orang itu. Anda mungkin juga ingat W.W. cerita pendek Yakub "The Monyet Paw."

Sebagai dunia nyata menyatu dengan dunia maya, akan realitas menjadi tambahan belaka virtual? Adalah diri digital kita membuat online benar-benar ekstensi dari kita, atau mereka akhirnya mengambil kehidupan mereka sendiri? The "Matrix" film, "Her" dan banyak film fiksi ilmiah Spike Jonze yang lain ditujukan pertanyaan-pertanyaan ini; mereka tidak pernah jauh dari pikiran yang satu ini, dan bahkan ketika film gagal sebagai drama, itu membuat berputar imajinasi. Will meminta Evelyn untuk membantunya membarui sebuah kota gurun sekarat disebut Brightwood ke sebuah fasilitas penelitian yang mengembangkan nanoteknologi (mesin sekecil molekul) untuk memperbaiki dan bahkan menggantikan daging dan mengubah alam. Tapi apakah itu benar-benar akan siapa yang melakukan pertanyaanku itu? Ketika kami pertama kali bertemu dengannya, dia remote dan dalam beberapa hal orang ajaib (kinerja terlalu pendiam Depp membuat dia agak membosankan, sebenarnya), tetapi konversi pasca-digital ia menjadi lebih pengendali, membangun sarang cinta di mana ia terus mengamati tercinta dari layar komputer saat ia pinus untuk dia, dines dengan cahaya lilin, dan tidur.

"Apakah kita yakin itu dia?" meminta teman terbaik Will Max (Paul Bettany). "Jelas pikirannya telah berkembang begitu cepat sehingga saya tidak yakin itu penting lagi," jawab jenius komputer lain, Tagger (Morgan Freeman), yang takut sesuatu yang mengerikan adalah mengambil bentuk di padang gurun. Pasukan pemerintah, termasuk seorang agen FBI yang dimainkan oleh Cillian Murphy, awalnya bersekutu melawan teroris, tapi sekarang mereka mulai bertanya-tanya apakah mereka berada di sisi yang salah. Brightwood secara harfiah kompleks dewa, markas untuk dalang Will. Dia secara anumerta memanipulasi kenyataan dari perlindungan dari dunia maya yang mungkin juga menjadi surga pribadinya.

Script ini penuh dengan sindiran Alkitab, beberapa orang lain berat tangan, licik. Tampaknya tidak ada kecelakaan yang Brightwood, tempat di mana mujizat dan tampak malapetaka terjadi, terletak di padang pasir, atau bahwa tiga huruf pertama dari nama Will istri yang identik dengan karakter yang makan buah dari Pohon Pengetahuan di Kitab Kejadian. Pfister telah memikirkan cerita dalam hal gambar resonansi, beberapa di antaranya berulang pada poin kunci dalam cerita. hujan bergizi menyembunyikan rahasia menyeramkan. Nano-bot berkerumun ke atas di awan hitam seperti belalang di "Hari Surga." Dalam media res mulai berlangsung di sebuah taman di mana sesuatu yang ajaib terjadi. Adegan dimulai atau diakhiri dengan memudar menjadi putih, seolah menyinggung empat kata yang paling terkenal dalam Perjanjian Lama: ". Jadilah terang"

lanskap terus dihancurkan dan dipasang kembali, perjalanan pulang gagasan bahwa sebagai manusia berevolusi menjadi mesin-manusia hibrida, semua realitas akan menjadi virtual, mudah untuk membuat, mengubah atau menghapus data pada hard drive. Ada nada konstan kecemasan tentang kemungkinan bahwa daging manusia menjadi usang seperti iPhone tahun lalu. Ada kerinduan untuk apa Seth Brundle, pahlawan Frankenstein-seperti David Cronenberg "The Fly", yang disebut "puisi steak" -yaitu tidak berwujud, ajaib sesuatu yang membuat manusia manusia.

Jika hanya "Transcendence" bisa mendapatkan pegangan pada sikapnya terhadap semua ini. Ini baik untuk ingin menjelajahi dan hanya semacam menendang ide sekitar. Terlalu sering, meskipun, film tidak merasa ambigu atau rumit, hanya kacau dan plin-plan. Ia tidak ingin membuat Will, atau Will 2.0, menjadi orang jahat datar-out, ancaman yang harus dinetralkan, dan tidak ingin kambing hitam Evelyn, baik, meskipun dia bertanggung jawab atas re- digital penciptaan Will dan tampaknya memiliki sentuhan Dr. Frankenstein dirinya. (Film ini bisa disebut "Bride of Frankenstein," seperti dalam "The Doctor Istri.")

Film ini ingin memperingatkan kita tentang bahaya bermain Allah dan melampaui batas teknologi, dan ingin berkonsentrasi ketakutan dalam satu atau dua orang demi konflik yang dramatis; tapi dengan membuat pilihan ini, mengabaikan fakta bahwa dalam hidup, itu tidak satu atau dua brilian, orang yang tidak bertanggung jawab secara aktif melakukan hal-hal yang membasmi privasi dan mengubah realitas: itu semacam penerimaan pasif yang akhirnya menjadi adaptasi, atau evolusi. orang lain tidak kembali kawat otak kita, itu hanya terjadi seperti yang kita hidup lebih hidup kita secara online. Masalahnya bukan bahwa beberapa individu yang terganggu ingin mengubah kita menjadi mesin melawan kehendak kita (ehem), itu adalah bahwa kita tidak memiliki cukup kemauan untuk menolak menjadi lebih machinelike. Kami budak kenyamanan. Iya kamu juga. Hanya melihat Anda sekarang, membaca ini di komputer Anda, atau telepon genggam Anda, mungkin di tempat tidur.

Hal yang paling menyakitkan tentang "Transcendence," meskipun, tidak ketidakmampuannya untuk mendapatkan pegangan pada apa, jika ada, itu ingin mengatakan tentang perubahan besar terjadi pada umat manusia, itu ending film, yang tampaknya dihitung untuk meyakinkan kita bahwa segala sesuatu akan baik-baik saja selama orang yang tepat yang bertanggung jawab, terutama jika mereka tampan. Justru hal semacam penerimaan buta otoritas yang mendapat dunia "Transendensi" menjadi kekacauan besar di tempat pertama, dan itu bisa membawa dunia ini, ini "nyata" di dunia, merusak juga.

inti dari film ini menerangkan tentang sistem Kecerdasan Buatan atau AI yang diwujudkan dalam dunia nyata dalam bentuk online dan sangat luas mampu menjangkau apa saja. 

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT PENULISAN KARYA ILMIAH



I. PERSIAPAN PENULISAN KARYA ILMIAH

A.    LANGKAH-LANGKAH PERSIAPAN PENULISAN KARYA ILMIAH
Pada dasarnya, hal terpenting yang harus dipikirkan oleh seorang penulis karya ilmiah pada tahap persiapan ini adalah Pemilihan Topik. Yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah :
  1. Pemilihan Topik/ Masalah untuk Karya Ilmiah
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik untuk karya ilmiah. Dalam penulisannya harus mengikuti kaidah kebenaran isi, metode kajian, serta tata cara penulisannya yang bersifat keilmuan. Salah satu cara untuk memenuhi kaidah tersebut adalah dengan melakukan pemilihan topik yang jelas dan spesifik. Pemilihan unuk kerya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara;
  1. Merumuskan tujuan
Rumusan tujuan yang jelas dan tepat menjadi sangat penting untuk dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang terfokus bahasannya. Tips yang dapat dilakukan untuk merumuskan tujuan diantaranya;
1)    Usahakan merumuskan tujuan dalam satu kalimat yang sederhana;
2)   Ajukan pertanyaan dengan menggunakan salah satu kata tanya terhadap rumusan yang kita buat;
3)   Jika kita dapat menjawab dengan pasti pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan, berarti rumusan tujuan yang kita buat sudah cukup jelas dan tepat.
b.    Menentukan Topik
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menentukan topik adalah menentukan ide-ide utama. Kemudian uji dan tanya pada diri sendiri apakah ide-ide itu yang akan kita tulis.
c.    Menelusuri Topik
Bila topik telah ditentukan, kita masih harus memfokuskan topik tersebut agar dalam penulisannya tepat sasaran. Beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam memfokuskan topik;

1)    Fokuskan topik agar mudah dikelola;
2)    Ajukan pertanyaan

  1. Mengidentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Kewajiban seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal tersebut perlu dipertimbangkan pada saat kita menulis karya tulis ilmiah agar tulisan kita tepat sasaran.

  1. Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan di dalam tulisan.

II. PENGUMPULAN INFORMASI UNTUK PENULISAN KARYA ILMIAH

A.    MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER DATA, INFORMASI, DAN BAHAN UNTUK TULISAN
Perpustakaan pada umumnya menyediakan berbagai koleksi data atau informasi yang terekam dalam berbagai bentuk media, seperti media cetak dan media audiovisual. Hal pertama yang harus kita lakukan pada saat memasuki perpustakaan adalah memahami di mana letak sumber informasi yang dibutuhkan berada. Salah satu tempat yang patut kita tuju adalah bagian referensi. Bagian referensi ini biasannya berisi koleksi tentang encyclopedia, indeks, bibliografi, atlas dan kamus.

1.    Mencari Buku dengan Online Catalog dan Card Catalog
Pencarian buku dengan cara Online Catalog biasanya menggunakan terminal komputer. Kita dapat mencari buku dengan judul dan nama penulis yang jelas atau minta kepada komputer untuk mencarikan file-file yang berkaitan dengan topik yang sedang kita tulis.
Selain menggunakan komputer, kita juga dapat menggunakan Card Catalog untuk mencari buku atau artikel yang kita butuhkan. Pada umumnya, buku koleksi perpustakaan didata dalam 3 (tiga) jenis kartu katalog, yaitu katalog yang berisi data tentang pengarang/ penulis, judul buku dan subjek/ topik tertentu.

2.    Memeriksa Bahan-Bahan Pustaka yang Telah Diperoleh
Setelah bahan pustaka terkumpul kita harus memeriksa bahan-bahan tersebut apakah sesuai atau tidak dengan topik yang kita tulis. Cara memeriksa bahan pustaka tersebut adalah;
a.    Atur waktu membaca
b.    Bacalah secara selektif
c.    Bacalah secara bertanggung jawab
d.    Bacalah secara kritis

3.    Membuat Catatan dari Bahan-bahan Pustaka
Salah satu cara terbaik dan paling sederhana dalam membuat catatan ini adalah selalu mengacu pada kartu indeks yang telah kita buat.

4.    Membuat Ringkasan dan ‘Paraphrasing’
Disamping membuat catatan, kita pun dapat membuat ringkasan atau paraphrasing dari sumber  bacaan yang kita dapatkan di dalam menunjang keberhasilan proyek tulisan kita.

5.    Membuat Kutipan
Kita harus mengutip dengan persis dan apa adanya pernyataan dari sumber bacaan yang kita gunakan jika pernyataan tersebut merupakan pandangan mendasar dari penulis dan jika kita ubah ke dalam bahasa kita sendiri akan mengaburkan arti sesungguhnya.

B.    MELAKUKAN WAWANCARA UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI UNTUK TULISAN

Ada empat hal yang harus diperhatikan pada saat akan melakukan wawancara untuk keperluan proyek penulisan karya ilmiah, yaitu;

1.    Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai
2.    Mempersiapkan pedoman wawancara
3.    Melaksanakan wawancara
4.    Mengolah hasil wawancara


TAHAP PROSES PENULISAN

Tahap Penulisan merupakan perwujudan tahap persiapan ditambah dengan pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai.
  • Tahap Pra Penulisan
1.  Pemilihan dan pembatasan topik
2.  Merumuskan tujuan
3.  Mempertimbangkan bentuk karangan
4.  Mempertimbangkan pembaca
5.  Mengumpulkan data pendukung
6.  Merumuskan judul
7.  Merumuskan tesis
8.  Penyusunan ide dalam bentuk karangan atau outline

  • Pemilihan Topik
# Apa yang akan kita tulis?
#  Topik dapat diperoleh dari berbagai sumber.
#  Empat syarat: keterkuasaian, ketersediaan bahan, kemenarikan, kemanfaatan.
#  Agar lebih fokus, topik perlu dibatasi.

  • Tahap Penulisan Draf
–          Mengekspresikan ide-ide ke dalam tulisan kasar.
–          Pengembangan ide masih bersifat tentatif.
–          Pada tahap ini, konsentrasikan perhatian pada ekspresi/gagasan, bukan pada aspek-aspek  mekanik.

  • Tahap Revisi
–          Memperbaiki ide-ide dalam karangan, berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca.
–          Kegiatan: (a) membaca ulang seluruh draf, (b) sharing atau berbagi pengalaman tentang draf kasar karangan dengan teman, (c) merevisi dengan memperhatikan reaksi, komentar/masukan.

  • Tahap Penyuntingan
–          Memperbaiki perubahan-perubahan aspek mekanik karangan.
–          Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan mekanik yang lain.
–          Aspek mekanik antara lain: huruf kapital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan.

  • Tahap Publikasi
–          Tulisan akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain.
–          Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju.



Tata Cara Penulisan Ilmiah
       Karya tulis ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan yang didasarkan pada pengkajian atau penelitian ilmiah yang ditulis secara sistematis menggunakan bahasa prinsip-prinsip ilmiah. Seperti yang telah dituliskan di atas bahwa sebuah karya ilmiah dibuat berdasarkan sistematika penulisan, Sistematika atau kerangka karya tulis ilmiah umumnya terdiri atas 3 (tiga) bagian utama yaitu bagian awal atau pembuka, bagian batang tubuh/isi tulisan, dan bagian akhir.

Sistematika dalam Penulisan Ilmiah

1. Bagian awal atau pembuka menyajikan latar belakang masalah penulisan atau kajian, diikuti bagian permasalahan atau rumusan masalah, dan menyajikan maksud dan tujuan penulisan atau kajian.

2. Bagian batang tubuh tulisan merupakan bagian pembahasan tentang pokok tulisan dan permasalahannya dengan sistematika yang didasarkan pada kompleksitas suatu masalah yang disajikan.

3. Bagian akhir merupakan bagian simpulan yang harus mencakup gagasan utama yang dituangkan dalam isi tulisan. Bagian akhir atau simpulan merupakan jawaban atas masalah yang disertai saran atau rekomendasi dari hasil pembahasan. Ketiga bagian tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkandalam penulisan karya tulis ilmiah.

Sistematika atau kerangka karya tulis ilmiah terdiri atas judul, lembar pengesahan, abstrak, kata pengantar, pendahuluan, landasan teori, analisa dan hasil atau perancangan dan implementasi, kesimpulan dan saran, daftar pustaka.

1. Judul

Ditulis sesuai dengan cover depan Tulisan Ilmiah Standar Universitas

2. Lembar pengesahan

Dituliskan Judul PI, Nama, NPM, Tanggal Sidang, Tanggal Lulus, dan tanda tangan pembimbing, Kasubag PI, serta Ketua Jurusan sesuai dengan jurusan masing-masing

3. Abstrak

Berisi ringkasan dari tulisan, maksimal 1 halaman saja, dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris

4. Kata Pengantar

Berisikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan penelitian tulisan ilmiah, yakni: rektor, dekan, ketua jurusan, kasubag PI, pembimbing, perusahaan, keluarga, rekan dll

5. Daftar Isi.

6. Daftar Tabel.

7. Daftar Gambar.

8. Daftar Lampiran.

9. Pendahuluan

Dicantumkan pada bab 1 yang berisi :

· Latar Belakang Masalah

Memuat fakta-fakta atau sebab yang relevan sebagai titik tolak dalam merumuskan masalah penulisan dan mengemukakan alasan penentuan masalah.

· Perumusan Masalah

Menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan apa yang ingin dicari jawabannya. Perumusan masalah merupakan pertanyaan yang lengkap dan terperinci mengenai ruang lingkup permasalahan yang dibahas.

· Tujuan dan Manfaat

- Tujuan Penulisan : Menyebutkan secara spesifik maksud yang ingin dicapai dalam penulisan.

- Manfaat Penulisan : Kontribusi hasil penulisan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

· Metode Penelitian

Menjelaskan secara rinci setiap kegiatan yang dilakukan untuk menjawab tujuan yang sudah diuraikan pada bab1.

10. Landasan Teori

Menguraikan teori-teori yang menunjang tulisan/ penelitian (definisi, pengertian, dll), yang bisa diperkuat dengan menunjukan hasil penelitian sebelumnya, dicantumkan pada bab 2.

11. Analisa dan Hasil atau Perancangan dan Implementasi

Bagian ini dapat dipecah menjadi beberapa bab (misalnya bab 3 dan bab 4) tergantung kebutuhan :

- Hasil Penelitian

Menguraikan hasil penelitian yang mencangkup semua aspek yang terkait dengan penelitian.

- Perancangan dan Implementasi

Menguraikan tentang perancangan dari aplikasi yang akan dibuat, dapat berupa tampilan rancangan layout input, output dan menguraikan bagaimana cara membuat aplikasi tersebut

12. Kesimpulan dan Saran

Berisi jawaban dari tujuan yang diajukan penulis pada bab 1, yang diperoleh dari penelitian. Sedangkan saran ditujukan kepada pihak-pihak yang terkait, sehubung dengan pengembangan. Biasanya dicantumkan pada bab 4

13. Daftar Pustaka

Ketentuan dalam penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut :

o Tuliskan nama pengarang, judul karangan dan data tentang penerbitannya (tempat, penerbit dan tahun).

o Daftar pustaka disusun secara alfabetis tidak hanya huruf terdepannya tetapi juga huruf kedua dan seterusnya.

o Daftar pustaka diketik satu spasi dan jarak antara masing-masing pustaka adalah dua spasi.

o Huruf pertama dari baris pertama masing-masing pustaka diketik tepat pada garis tepi kiri tanpa ketukan (indensi) dan baris berikutnya digunakan indensi 7 karakter.

o Apabila nama pengarang sama dan judul berbeda, maka baris pertama harus diberi garis terputus-putus sebanyak 14 (empat belas) ketukan.

o Penulisan nama pengarang diawali dengan nama keluarga, kemudian namanya. Untuk dua atau tiga pengarang, nama pengarang kedua dan ketiga tidak perlu dibalik.

o Penulisan nama pengarang yang bermarga cina atau mandarin, ditulis apa adanya (tidak diindeks).

o Jika nama pengarang sama dalam dua tahun penerbitan berbeda, maka daftar pustaka disusun menurut urutan waktu (tahun).

o Nama pengarang sama, judul berbeda perlu diberikan garis sebanyak 14 ketukan.

o Sama sekali tidak boleh mencantumkan sumber referensi yang tidak pernah dibaca dan tidak boleh mencantumkan gelar.

o Dalam daftar pustaka/catatan kaki, tulisan yang bersumber dari majalah/ koran/makalah yang diberi garis bawah atau ditebalkan adalah nama majalah/korannya yang menerbitkan.


Teknik Penulisan Laporan Karya Ilmiah
1. Bahan dan Teknik Pengetikan

1. Kertas

· Kertas yang digunakan untuk menulis karya ilmiah adalah kertas HVS 80 gram berukuran A4 (21,0 cm x 29,7 cm).

· Sampul (kulit luar) berupa soft cover dari bahan buffalo atau linen pada saat ujian karya ilmiah dan hard cover setelah ujian (revisi) dan dinyatakan lulus dengan warna magenta.

· Pembatas antara bab yang satu dengan bab lainnya diberikan pembatas kertas doorslag warna magenta berlogo Universitas Negeri.

2. Jenis Huruf

· Naskah karya akhir menggunakan jenis huruf yang sama, dari awal sampai akhir, yaitu Times New Roman, ukuran font 12, kecuali judul bab digunakan ukuran font 14 dan footnote dengan ukuran font 9.

· Huruf tebal digunakan untuk judul bab, sub bab, tabel, gambar dan lampiran.

· Huruf miring dapat digunakan untuk tujuan tertentu, misalnya istilah/kata dalam bahasa asing, atau kata yang ingin ditekankan.

3. Margin

Batas pengetikan dari tepi kertas untuk naskah karya ilmiah adalah sebagai berikut :

· Tepi atas 4 cm

· Tepi bawah 3 cm

· Tepi kiri 4 cm

· Tepi kanan 3 cm

4. Format

· Setiap judul bab dan judul lembaran dimulai halaman baru diketik dengan huruf kapital diletakkan di tengah (centering) bagian atas halaman.

· Sub bab diketik di pinggir sisi kiri halaman dengan menggunakan huruf kecil tebal kecuali huruf pertama pada setiap kata diketik dengan huruf kapital.

· Setiap alinea baru, kata pertama diketik masuk ke kanan setelah ketukan ketujuh atau mulai pada ketukan delapan.

· Tabel dalam teks disertai nomor tabel dan judul tabel diketik dengan huruf “T” kapital seperti Tabel II.1, berarti tabel Bab II yang pertama dan seterusnya serta penempatannya di atas tabel.

· Gambar dalam teks disertai nomor gambar dan judul gambar diketik dengan huruf “G” kapital seperti Gambar III.1, berarti gambar Bab III yang pertama dan seterusnya serta ditempatkan di bawah gambar.

· Penulisan lambang atau simbol sebaiknya menggunakan fasilitas program perangkat lunak komputer. Sedangkan satuan dan singkatan yang digunakan hanya yang lazim dipakai dalam disiplin ilmu masing-masing seperti: 100 C; kg; 12 ppm; ml; dan sebagainya.

· Istilah asing yang dalam teks dicetak miring(Italic) misalnya: et al.; ibid; supply; centring; dan sebagainya.

· Setelah tanda koma, titik koma, dan titik dua diberi jarak satu ketukan dan sebelumnya tidak perlu diberi spasi.

· Pemutusan kata harus mengikuti kaedah bahasa Indonesia yang baku dan benar.

5. Spasi

· Jarak antara baris dalam teks adalah dua spasi, kecuali kalimat judul, sub judul, sub bab, judul tabel, dan judul gambar serta judul lampiran adalah satu setengah spasi.

· Jarak antara judul bab dengan teks pertama isi naskah atau antara judul bab dengan sub bab adalah empat spasi.

· Abstrak/abstract diketik dengan jarak satu spasi; judul abstract dan seluruh teksnya diketik dengan huruf miring (Italic).

· Jarak spasi sumber referensi dalam Daftar Pustaka satu spasi kecuali jarak spasi antara sumber pustaka.

· Jarak baris pada kata pengantar, daftar isi dan daftar tabel maupun gambar 2 (dua) spasi.

 

2. Penomoran Halaman
1. Halaman Bagian Awal

Bagian awal karya ilmiah diberi nomor halaman dengan menggunakan angka Romawi kecil (i, ii, iii, dan seterusnya) ditempatkan pada posisi tengah bawah halaman yang dimulai dari judul dalam (sesudah sampul) sampai dengan halaman Riwayat Hidup. Halaman judul dan halaman persetujuan tidak diberi nomor, tetapi diperhitungkan sebagai halaman i dan ii yang tidak perlu diketik.

2. Halaman Utama

Penomoran mulai dari Bab Pendahuluan sampai dengan Bab Kesimpulan dan Saran menggunakan angka Arab (1, 2, 3 dst.) dan setiap judul bab nomor diletakkan pada bagian tengah bawah dan halaman berikutnya diletakkan sudut kanan atas dengan jarak tiga spasi. Penomoran bukan bab dan sub bab menggunakan angka Arab dengan tanda kurung misalnya: 1), 2) atau (1), (2), dst.

3. Halaman Bagian Akhir

Penomoran pada bagian akhir karya ilmiah mulai dari Daftar Pustaka sampai dengan Riwayat Hidup menggunakan angka Arab yang diketik pada marjin bawah persis di tengah-tengah dengan jarak tiga spasi dari marjin bawah teks, dan halaman selanjutnya diketik sebelah kanan atas dengan jarak tiga spasi dari pinggir atas (baris pertama teks) lurus dengan marjin kanan teks.




sekian artikel dari saya,, semoga dapat membantu teman-teman dalam proses menulis Penulisan Ilmiahnya  .