Senin, 27 Juli 2015

suara yang selalu aku dengar dari tiap mulutmu

suara yang selalu aku dengar dari tiap mulutmu berucap
suara yang baru sekarang ini aku bisa menerimanya,,
yaa benar aku pembohong
aku yang selalu berbohong kalau kamu tanya “bosen ga sama aku?”
ini jujur aku bosen dengan keluhanmu, aku bosan dengan inginku untuk merubah pandangan hidupmu, aku bosan dengan ucapan nasihatku yang berulang ulang aku sampaikan tapi tak bisa kau terapkan,
aku yang selalu berbohong kalo kamu tanya “suka ga denganya?”
ini jujur aku pernah suka sama orang saat pacaran dengan kamu, aku suka sama orang karna semangat hidupnya yang tak bisa aku terapkan padamu,
aku yang selalu berbohong kalo kamu tanya “nyesel ya sama aku?”
ini jujur, iyaa aku nyesel, karna mestinya aku berubah jadi lebih baik dulu sebelum kenal dan akhirnya berhubungan denganmu, karna aku rasa kamu ga sanggup sama aku yang masi ada bayang2 diri aku yang masi nakal, dan masi suka main main,
seakan akan kita bentrok, disatu sisi aku sibuk dengan inginku merubahmu ke jalan hidup atau kepribadian lebih baik dan disisi lain aku juga sibuk untuk merubah kepribadianku agar jadi lebih baik buat kamu yang selalu kurang puas dengan keadaanku,,,,
pengakuanku, maaf kenakalan ku suka timbul pada saat saat tertentu, maaf ketidaksempurnaanku sangat nyata didepanmu, apalagi setelah kita pisah, kesempurnaanku terlihat nyata disaat ga ada kamu lagi buat aku…
pengakuanku, kata kata aku tentang perasaan sayang, cinta, peduli atau apapun itu tidak bohong,
yaa 1 kali bohong maka akan 2 kali kehilangan, itu benar…
maaf untuk kalian semuanya yang pernah jadi korban pembohong ini, termasuk kamu yang selalu menganggap aku ga gentle, entah cowo gentle dimatamu seperti apa,, rasa inginku untuk terlihat sempurna dimatamu sudah hilang,,
hinaan hujatan caci maki yang aku terima, semua udah bisa diterima ko,  sekali lagi maaf,, maaf,, dan maaf,,

Cara Berpikir Deduktif

Cara Berpikir Deduktif
            Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum. Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Jenis-jenis berpikir deduktif :
·         Silogisme Kategorial = Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
·         Silogisme Hipotesis = Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
·         Silogisme Akternatif = Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
·         Entimen = Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Sumber : http://hasanaguero.wordpress.com/2012/05/14/berpikir-induktif-dan-deduktif/
              http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

Cara Berpikir Induktif

            Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum. Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Jenis-jenis berpikir induktif :
1. Generalisasi : merupakan penarikan kesimpulan umum dari pernyataan atau data-data yang ada
    Dibagi menjadi 2 :
    a. Generalisasi Sempurna / tanpa loncatan induktif
        - Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan
    b. Generalisasi Tidak Sempurna / dengan loncatan induktif
        - Fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada
2. Analogi : Merupakan penarikan kesimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Pada     analogi biasanya membandingkan 2 hal yang memiliki karakteristik berbeda namun dicari persamaan yang ada di tiap bagiannya.
3. Kausal : Merupakan proses penarikan kesimpulan dengan prinsip sebab-akibat.
    Terdiri dari 3 pola :
    a. Sebab ke akibat => Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kesimpulan sebagai
        efek.
    b. Akibat ke sebab => Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kejadian yang dianggap 
        penyebabnya.
    c. Akibat ke akibat => Dari satu akibat ke akibat lainnya tanpa menyebutkan penyebabnya.

BAB 1 Perancangan Penulisan Ilmiah




PENDAHULUAN



1.1.            Latar Belakang Masalah

Ketika musim hujan tiba, muncul  sebuah masalah di masyarakat yang  menjadi  masalah utama  pemerintah saat ini permasalahanya yaitu  banjir. Adapun penyebab utama dari banjir adalah sampah. Masyarakat yang belum mengerti tentang arti menjaga lingkungan dengan baik sering di jumpai di kawasan pinggiran sungai. Banyak masyarakat yang masih membuang sampah langsung di sungai yang mengakibatkan bertumpuknya sampah di pintu air, yang kita ketahui bahwa fungsi dari pintu air tersebut sebagai pengatur debit air.


Fungsi dari pintu air terutama yang ada di ibu kota sudah sangatlah berkurang dikarenakan sampah yang menumpuk terlalu banyak pada pintu air. Pembersihan yang dilakukan saat ini masih manual, yaitu para pegawai dinas kebersihan turun langsung ke sungai untuk mengambil sampah yang melintas atau menyangkut di bantaran sungai, selain itu digunakan juga alat berat untuk mengeruk sampah yang menumpuk dipintu air.


Hal tersebut dinilai belum efektif dan efisien karena sebagian besar masih menggunakan tenaga manusia..



1.2       Batasan Masalah
Untuk memecahkan masalah tersebut di buat  sebuah Prototype  automatisasi pengangkat sampah di pintu air berbasis arduino  Karena begitu luas ruang lingkup permasalahan dalam pembuatan prototype automatisasi. Maka dengan itu di buat lah batasan masalah untuk mebatasi masalah yang akan di paparkan. Ada pun batasan masalah: (komponen pendukung disebutkan)

·          Hanya seputar proses pembuatan prototype automatisasi pengangkat sampah di pintu air berbasis arduino, dan cara kerja prototype tersebut.
·         Sensor ping hanya berjarak 20m dari depan sensor .
·         Motor servo hanya bekerja 180 derajat dan berputar searah jarum jam atau CW (Clock Wise).

1.3       Tujuan
1.      Dapat mengefisiensi waktu,tenaga dan financial dalam mengatasi masalah  pada pembuangann sampah .
2.      Mengimplementasikan Prototype automatisasi pengangkat sampah di pintu air berbasis arduino ini  sebagai suatu inovasi kepada pemerintah dalam membuat suatu system untuk tetap menjaga kebersihan  pada  pintu air .

1.4       Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam makalah ini terdiridari 4 (empat) bab yaitu:
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan,dan sistematika penulisan Ilmiah Prototipe automatisasi pengangkat sampah di pintu air berbasis arduino
BAB II LandasanTeori
Berisikan tentang teori dasar yang berhubungan dengan analisa rangkaian proyek,dan kerangkater bentuknya proyek “Prototipe automatisasi pengangkat sampah di Pintu Air berbasis arduino “ ini.
BAB III AnalisaRangkaian
Dalambab III ini, Penulis akan menjelaskan dan menganalisa rangkaian baik secara blog diagram maupun secara detail Prototipe automatisasi pengangkat sampah di Pintu air berbasis arduino.
BAB IV Penutup
Berisi kesimpulan,saran dan daftar pusaka serta gambar rangkaian Prototipe automatisasi pengangkat sampah di Pintu air berbasis arduino dan Tabel data pengamatannya.